HIV/AIDS di Semarang Tertinggi Se-Jawa Tengah
Di tingkat Provinsi Jateng, jumlah orang dengan AIDS (Odha) sebanyak 1.745 orang (1993-30 September 2011). Dari jumlah itu, 527 orang (terbanyak) diidap warga berusia 25-29 tahun, sedangkan 202 orang pada kisaran usia 20-24 tahun.
Atas pertimbangan itu, sosialisasi di kalangan anak muda terus dilakukan. ”Semakin dini pengetahuan diberikan, harapannya bisa membuat anak muda semakin berhati-hati,” kata Vice President Communication Aiesec Universitas Diponegoro (Undip) Aqmarina Awalianti, Sabtu (19/11), di sela-sela peluncuran Red Ribbon Alert Unilever Stop AIDS 2011 Project di Kota Semarang.
Aiesec merupakan organisasi yang mengembangkan kepemimpinan anak muda sekaligus sosialisasi kepada anak muda tingkat SMA dan perguruan tinggi mengenai HIV/AIDS sejak tahun 2006.
Menurut Aqmarina, anak muda sebenarnya telah mengetahui HIV maupun AIDS. Namun, belum semuanya memahami esensinya sehingga terkesan tak peduli. Padahal, usia muda tergolong rentan terhadap bahaya HIV/AIDS karena pengaruh pergaulan sangat besar.
Aisec Undip setiap tahun megadakan pelatihan untuk sekitar 1.000 remaja dan anak muda di Kota Semarang. ”Dengan mereka mengusai perihal HIV/AIDS dan bagaimana pencegahannya, mereka akan lebih mudah menyosialisasikan hal serupa kepada teman-teman sebayanya,” kata dia.
Sementara itu, psikolog Dwi Yanni menekankan tentang cara anak muda bergaul dengan para Odha. Odha seperti halnya orang tanpa AIDS, masih dapat menjalani peran-peran di tengah masyarakat secara normal sehingga dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan, bukan untuk dikucilkan. (UTI)
Kendaraan yang Wajib Didahulukan di Jalan Raya
Mereka yang memiliki hak utama didahulukan di lindungi oleh Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan, khususnya Pasal 134 soal Pengguna Jalan yang Memperoleh Hak Utama, mereka antara lain:
1. Kendaraan Pemadam Kebakaran yang sedang melaksanakan Tugas;
2. Ambulans yang mengangkut orang sakit.
3. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada Kecelakaan Lalu Lintas.
4.Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia;
5.Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara
6.Iring-iringan pengantar Jenazah;
7. Konvoi atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia. (*)
Ini Kronologis Pembekuan Surat Izin Praktik Dr Boyke
"Tidak ada mal praktik. Ini hanya pelanggaran disiplin karena saya tidak melakukan perpanjangan ijin praktek," kata Boyke di tempat prakteknya di kawasan Tebet.
Ia menuturkan, kasus ini bermula pada tahun 2008. Ketika itu, ia didatangi seorang pasien berinisial "S". Pasien ini datang jauh-jauh dari Jambi ke tempat prakteknya (Klinik Pasutri) dalam kondisi sakit.
Si pasien kala itu meminta bantuan kepada Boyke untuk mengobati penyakit kista yang diidapnya. Melihat kondisi pasien yang sudah tidak berdaya, kata Boyke, akhirnya ia pun menyanggupi untuk memberikan bantuan. Boyke lalu merujuk si pasien ke Rumah Sakit Kanker Dharmais untuk menjalani operasi pengangkatan kista. Tapi si pasien menolak. Menurut Boyke, aasien hanya mau dioperasi jika ditemani dirinya.
Akhirnya Boyke pun merujuk pasien ke Rumah Sakit Gandaria di Jakarta Selatan. "Saya merujuk ke sana soalnya ada adik ipar saya, jadi lumayan gampang dapat ijin masuk ke ruang operasi. Saya pun mendampingi ibu itu bersama tim dokter dari Rumah Sakit Gandaria," terangnya.
Boyke menyatakan, saat itu dirinya hanya menemani si pasien dan tidak ikut melakukan tindakan. "Kesalahan saya waktu itu, saya ikut mendampingi. Jadi saya dituduhnya ikut operasi. Padahal, saya disana cuma temanin dan itu juga atas perminta pasien," ucapnya.
Selepas menjalani operasi di RS Gandaria, beberapa hari kemudian pasien mengalami komplikasi dan kondisinya memburuk dan kembali menjalani operasi di RS. Pondok Indah.
Mendengar kabar tersebut, Boyke menyempatkan diri bertemu si pasien, tetapi kali ini dia tidak ikut masuk ke ruang operasi. "Hasil operasinya pun berjalan lancar dan ia akhirnya sembuh," katanya.
View the original article here
Indonesia Pengguna Facebook Tertinggi di Asia
"Hingga Desember 2010 ada 38,6 juta orang Indonesia pengguna Facebook," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Freddy Tulung, di Jakarta, Rabu, 9 November 2011.
Freddy menambahkan jumlah pengguna Facebook di Indonesia juga terbilang fantastis karena tidak berbeda jauh dengan jumlah pengguna Internet. "Hingga periode yang sama jumlah pengguna Internet di Indonesia sebanyak 39,7 juta orang," ujar dia.
Banyaknya pengguna Facebook ternyata mengundang kekhawatiran. Bagi para penggunanya, Facebook memiliki berbagai risiko, seperti pemanfaatan situs pertemanan itu sebagai alat untuk kegiatan terorisme dan perdagangan manusia. Selain itu penyebaran konten pornografi sering juga memanfaatkan Facebook.
Namun, lanjut Freddy, risiko-risiko itu dapat dicegah melalui beberapa pendekatan, yaitu kontrol dari keluarga dan lingkungan. "Kementerian Komunikasi dan Informasi juga bisa membuat software untuk mencegahnya," ujarnya. Pendekatan terakhir adalah melalui penegakan hukum atas risiko yang mungkin terjadi.
Meski berbagai risiko terus menghantui pengguna Facebook di Indonesia, hingga kini Kemenkominfo memang tidak memiliki rencana untuk menutup akses situs Facebook secara total di Indonesia.
"Konten di dalam Facebook mungkin bisa kami tutup. Tapi menutup Facebook secara keseluruhan itu tidak mungkin," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar.
PRIHANDOKO
View the original article here
LIPI Buat Marka Jalan Berbahan Karet
| Ilustrasi Jalan |
Indonesia adalah negara penghasil karet alam terbesar kedua di dunia. Namun sebagian besar ekspor material ini diimpor ke luar negeri sebagai bahan baku. Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, Athanasia Amanda Septevani, mengembangkan inovasi itu dengan memanfaatkan bahan baku karet alam dari petani.
Di laboratorium, ia memecahkan ikatan rangkap yang ada pada karet dan mencangkokkannya dengan molekul lain untuk mencegah pembentukan ikatan rangkap. Material ini dicampur dengan zat lain, termasuk pewarna, seperti putih, merah, dan kuning, sesuai dengan keperluan.
"Marka jalan buatan kami mengandung 20 persen karet alam," ujar Athanasia kepada Tempo di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin lalu.
Pada saat ini marka jalan umumnya terbuat dari resin kimia yang disebut methyl methacrylat (MMA). Bahan ini merupakan olahan dari minyak bumi yang berdampak buruk terhadap lingkungan. Penggunaan MMA sendiri mulai dikurangi di dunia internasional.
Dibandingkan dengan MMA, marka jalan berbahan karet bersifat ramah lingkungan. Marka dari karet ini juga dapat mencengkeram aspal lebih kuat lantaran sifat alamiah karet. Pengujian tekanan menunjukkan material asli Indonesia ini lebih tahan terhadap keretakan. "Marka jalan berbahan kimia sangat mudah patah atau retak," ucapnya.
Selama dua tahun penelitian, Athanasia mampu menghasilkan material berkualitas menengah, jauh lebih baik daripada sebagian besar marka jalan di Indonesia, yang masih berkualitas rendah.
Dari segi harga, marka jalan buatan LIPI sangat kompetitif. Jika dilepas ke pasar, material ini dibanderol seharga Rp 28 ribu per kilogram. Harga ini jauh lebih hemat dibanding marka jalan kimia yang umumnya berharga setidaknya Rp 30 ribu per kilogram.
Selain kebutuhan pasar yang amat menjanjikan, pasokan bahan baku tak akan kekurangan. Produksi tahunan karet alam Indonesia mencapai 2,7 juta ton. Dari jumlah ini, 15 persen diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti ban, lateks, dan produk alas kaki. Sedangkan 85 persennya diekspor ke luar negeri sebagai bahan mentah yang belum diolah. Karet tak bernilai tambah inilah yang dibidik LIPI sebagai bahan baku pembuatan marka jalan.
Tahun depan, LIPI masih berupaya meningkatkan kualitas material ini agar bisa menyamai marka jalan berbahan MMA berkualitas nomor wahid. Beberapa perusahaan sudah berkomitmen memproduksi material yang sedang dalam proses pengurusan hak paten.
Jika produksi massal sudah dilakukan, LIPI berharap produk ini segera dipakai perusahaan pembangunan jalan raya untuk membuat separator jalan raya, area parkir, zebra cross, dan penunjuk arah.
View the original article here
Anand Khrisna Ngaku Diancam Mau Dibunuh
Terdakwa kasus pelecehan seksual, Anand Khrisna hari ini membacakan nota pembelaan (pledoi) atas dakwaan tindak asusila terhadap Tara Pradipta Laksmi.
Anand mengungkapkan adanya dugaan ketelibatan oknum bernama Muhammad Djumaat Abrory bersama istrinya yang disinyalir merupakan aktor utama dibalik kasus pelecehan.
”Abrory dan istri Dian Mayasari dan saksi Shinta Kencana Kheng secara aktif dan agresif mengadakan pertemuan di rumah Abrory selama September 2009 hingga Febuari 2010 diadakan 10 kali pertemuan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengadakan kampanye media dan baru melaporkan ke kepolisian pada Febuari 2010,“ ungkap Anand dalam pembacaan pledoinya, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/11/2011).
Hal itu juga telah dibenarkan oleh saksi pelapor tunggal Tara Pradipta Laksmi dan sejumlah saksi lainnya termasuk Shinta Kencana Kheng, Farah Diba, dan Sumidah.
”Siapa yang melaporkan, dan siapa saja yang menjadi saksi pun diatur dan diakui oleh Abrory karena yang lain tidak cukup bukti sebagaimana diakuinya sendiri, maka hanya satu orang, yaitu Tara Pradipta Laksmi yang menjadi pelapor tunggal,“ terang Anand.
Lebih lanjut, Anand Krisna juga mengaku pernah diancam oleh Abrory. ”Abrory mengancam saya mesti dibunuh, kemudian menjelaskan bahwa ajaran saya yang mesti dibunuh,” pungkasnya.
(ful)
Curi Pistol Polisi, Pria Ini Dibui
Wisnu (22), warga Kutilang Kecamatan Bajenis, Tebing Tinggi, Sumatera Utara, diamankan petugas kepolisian Polda Sumut, di kediamannya belum lama ini. Bersama dua rekannya yang kini masih buron, Wisnu mencuri pistol milik Briptu Parjo Nadeak, personel Satlantas Polres Tebing Tinggi pada 27 Oktober lalu.
Wisnu mengaku, dia dan rekannya hanya ingin mencuri barang berharga milik personel polisi tersebut. Tidak disengaja, sabuk polisi yang dijangkaunya dari jendela itu terdapat pistol beserta amunisinya. Karena takut ketahuan, akhirnya ketiganya membawa senjata api itu. Namun dia mengaku, belum pernah menggunakan senjata tersebut.
Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Andry Setiawan mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya upaya tindak kejahatan yang dilakukan pelaku dengan menggunakan pistol yang dicurinya itu. Polisi sudah mengamankan pistol beserta amunisi yang dicuri.
"Kita belum menemukan adanya percobaan tindak kejahatan yang dilakukan pelaku dengan menggunakan pistol yang dicurinya," ujar Andry di Mapolda Sumut, Jalan SM Raja, Medan, Senin (7/11/2011).
Atas perbuatannya, Andry menjelaskan, pelaku dijerat pasal 363 tentang pencurian termasuk pasal memberatkan karena mencuri senjata milik aparat kepolisian. (sus)
(ful)
Niat Petik Belimbing, Bocah SD Malah Tewas Kesetrum
Seorang siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Donny (10), tewas tersetrum tiang listrik di Kedaung, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten.
"Anak itu mau metik blimbing bersama teman-temannya, naik ke pagar lalu pegang tiang listrik dan kesetrum," ujar Muhammad Ali, saksi mata kepada Okezone, di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (7/11/2011).
Ditambahkan, peristiwa naas tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB, di samping Yayasan Al Fajar Kedaung, Pamulang. Saat korban beserta teman-temannya tengah memetik buah blimbing.
"Saat memegang tiang listrik, korban kesetrum dan langsung jatuh terjepit," tambah petugas keamanan Yayasan Al Fajar ini.
Dijelaskan, pada kaki kiri korban tampak luka hangus akibat sengatan listrik. Bahkan, kulit kakinya masih tampak menempel di tiang listrik. Pada pinggangnya juga tampak terlihat luka lecet akibat terjepit.
"Saat tadi menolong korban, saya sempat kewalahan. Karena korban sempat tergencet tiang listrik," terangnya.
Setelah berhasil menolong korban, lalu dilarikan ke RS Buah Hati Pamulang. Di sana, korban menghembuskan nafas terakhirnya.
"Korban langsung dibawa ke RS Buah Hati dan meninggal di sana. Saat ini korban sudah dibawa ke rumah duka," tambahnya.
Berdasarkan pengamatan di rumah duka, di RT 04/19, No 53, Kedaung Pamulang, tampak puluhan tetangga dan keluarga korban sudah mulai berdatangan. Sementara suara tangis pecah di dalam rumah tidak sanggup menahan kesedihan.
(crl)
Polri Amankan Pelaku Phedopilia WN Inggris
| Ilustrasi |
"Kami telah menangkap tersangka Sabtu lalu, jam enam sore," ujar Kadiv Humas Saud Usman Nasution melalui pesan singkat, kepada wartawan, Minggu (6/11/2011).
Tersangka HFP (61) yang merupakan Warga Negara Inggris melakukan tindak pelecehan seksual kepada lima anak di bawah umur asal Batam.
Modusnya, tersangka mengajak anak jalanan yang usianya masih di bawah 12 tahun, untuk berfoto bugil dan diberi imbalan 200 ribu per anak. Kejadian ini telah berlangsung sejak 2004.
Polisi telah menyita dan mengamankan barang bukti milik tersangka berupa CPU, hardisk eksternal, foto-foto anak yang telah disetubuhi dan sperma tersangka yang ada di plastik.
"Tersangka telah diamankan di rumah tahanan Bareskrim Mabes Polri untuk proses penyidikan," tambahnya.
View the original article here
Sapi SBY Aman Dikonsumsi
![]() |
| Ilustrasi |
Tak ada masalah berarti dalam proses penyembelihan 'Rambo 2'. Setelah melalui proses pemotongan, organ-organ penting sapi tersebut kemudian diperiksa kadar higienitas dan kelayakannya.
"Sapi dari Presiden tidak ada masalah. Semua organnya layak konsumsi," ujar Ketua Tim Dokter dari Dinas Peternakan dan Pertanian, Eko Hendri Wicaksono kepada wartawan.
Pemotongan hewan kurban kemudian dilanjutkan kepada sapi seberat 1,1 ton pemberian Wapres Boediono yang juga dinyatakan layak konsumsi. Giliran ketiga jatuh pada sapi dari Menteri Agama Surya Dharma Ali dilanjutkan dengan pemotongan sapi sumbangan Wakil Gubernur DKI, Priyatno.
View the original article here
12 Rumah di Sunter Rusak Diterjang Angin Puting Beliung
| Ilustrasi |
Angin tersebut secara tiba-tiba datang dari arah barat sekira pukul 2.30 WIB. Warga yang sedang membagikan hewan kurban pun panik.
Rumah yg paling parah mengalami kerusakan adalah milik Bapak Asri Rojali. Bapak tiga anak ini menyelamatkan cucunya dan lari keluar rumah.
"Angin itu sebelumnya dari ujung (barat) saya langsung bawa cucu saya keluar," ujar pria berusia 60 ini, Minggu (6/11/2011).
"Ini udah keempat kalinya kejadian puting beliung. Tapi ini yang paling parah," lanjutnya.
Atap warga yang terbuat dari asbes pun hancur hingga plafon rumah milik warga jebol. Beruntung tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.
View the original article here
Tim Dokter Temukan Cacing Hati Hewan Kurban di Istiqlal
| Ilustrasi |
"Ketidaklayakannya masih bersifat lokal, bukan sistemik. Pada kasus seperti ini, hanya bagian yang rusak saja yang perlu di-afkir (dibuang), sementara bagian lain masih sehat untuk dikonsumsi," terang ketua tim dokter, Eko Hendri Wicaksono kepada okezone, Minggu (6/11/2011).
Kerusakan yang ditemukan tim dokter berupa organ hati sapi yang penuh dengan cacing. Pada beberapa hati sapi, bahkan ditemukan cacing yang sudah membentuk jaringan ikat.
"Jaringan ikat ini sebenarnya tidak berbahaya bagi kesehatan selama bisa dipastikan cacing di dalamnya sudah disterilkan. Namun, secara umum hati yang sudah berjaringan ikat tidak layak konsumsi," lanjutnya.
Hendri menjelaskan, kerusakan berupa ditemukannya cacing hati hanya bersifat lokal. Kerusakan sistemik di antaranya berupa adanya virus anthrax atau tubercolosis (TBC).
"Jika ditemukan virus anthrax atau TBC, maka harus seluruh bagian dari sapi harus dibuang. Virus ini biasanya dideteksi pada ingus," tandasnya.
(crl)
View the original article here
Buruh Bangunan Proyek Hotel Tewas Setelah Jatuh Dari Lantai 2
![]() |
| Ilustrasi Tewas |
Nasib malang menimpa Dedi (38), buruh bangunan yang sedang membangun proyek Hotel Mall SKA Pekanbaru. Dia tewas akibat terjatuh dari lantai dua.
Warga yang belakangan diketahui berasal dari Tebing Tinggi, Sumatera, itu diketahui tewas saat hendak memasang plang nama “Hotel SKA” yang berlokasi di Jalan Soekarto Hatta pagi tadi.
Belum diketahui apa yang menyebabkan Dedi jatuh. Mandor lapangan pengerjaan proyek, Siswanto, juga mengaku tidak mengetahui kenapa anak buahnya jatuh.
"Kita tidak tahu pasti mengapa korban sampai terjatuh. Dedi baru kerja tiga hari di sini," kata Dedi, Jumat (4/11/2011).
Akibat terjun bebas tersebut, nyawa Dedi tidak bisa tertolong. Pekerja ini sempat dibawa ke rumah sakit, namun tetap tidak membuahkan hasil. Dedi diduga meninggal saat dalam perjalanan akibat luka serius di bagian kepala.
Untuk mengetahui penyebab Dedi jatuh, Polresta Pekanbaru saat ini sedang melakukan penyelidikan.
(kem)
View the original article here
Gadis SMA Disetubuhi Mahasiswa
| Ilustrasi Pemerkosaan |
H, warga Dusun Lima Pabatu, Desa Kedai Damar, Kecamatan Tebing Tinggi , Kabupaten Serdang Bedagai, ditangkap karena melarikan S (15) gadis ABG warga Kisaran.
Saat ditangkap, H dan S berada di dalam sebuah hotel di Kota Tebing Tinggi. H diamankan setelah orangtua S melapor ke Polsek Padang Hulu.
Dalam laporannya, orangtua mengaku bahwa S yang selama ini diketahui tinggal bersama neneknya di Kota Tebing Tinggi, dibawa kabur.
Sementara itu, dalam pemeriksaan polisi, H menyangkal membawa kabur S. Hubungan suami istri yang mereka lakukan didasari suka sama suka. H mengaku sudah menyetubuhi korban sebanyak enam kali.
Kapolsek Padang Hulu AKP K Nadeak membenarkan penangkapan tersebut. Akibat perbuatannya, H terancam terjerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(Abdullah Sani Hasibuan/Sindo TV/ton)
View the original article here
Mahasiswi Trisakti Ditemukan, Dea Tidak Diculik, Tapi Kabur dari Rumah
| Foto Dea Mahasiswi Trisakti |
Jakarta - Setelah dilaporkan menghilang selama sepekan lebih, Nadia Dwi Rachma atau Dea (22), akhirnya ditemukan di Semarang, Jawa Tengah. Hilangnya Dea ini bukan lantaran diculik, melainkan kabur dari rumah orangtuanya di Bekasi.
"Tidak diculik, tapi dia pergi atas kemauannya sendiri," kata Kepala Unit I Subdit Jatanras Polda Metro Jaya AKP Budi Hermanto saat dihubungi detikcom, Kamis (3/11/2011) malam.
Belum diketahui pasti apa yang melatarbelakangi kepergian Dea ke Semarang itu. Namun polisi memastikan, Dea meninggalkan rumahnya seorang diri tanpa paksaan orang lain atau kelompok tertentu. "Nggak ada kaitannya sama kelompok tertentu. Dia pergi sendiri kok," ujarnya.
Dea ditemukan tim khusus Polda Metro Jaya di sebuah kosan di Perumahan Greenhouse, Manyaran, Semarang, Jawa Tengah pada Kamis (3/11) malam. Dea ditemukan seorang diri di kosan yang sudah ditempatinya sepekan lalu itu.
Dea meninggalkan rumahnya di Perumahan Galaxy, Bekasi pada tanggal 24 Oktober 2011 lalu. Dari Jakarta, Dea berangkat ke Semarang menggunakan kereta api. Belum diketahui secara pasti apa tujuan Dea ke Semarang. Dea sendiri dilaporkan hilang oleh orangtuanya pada 26 Oktober 2011 lalu.
WOW Kebijakan yang keren, Anggota Legislatif Naik Haji dengan APBD
| Mekkah di Arab Saudi |
Undian berhaji tersebut diberi jatah kepada tiap anggota komisi. Menurut tradisi DPRD Sulsel, tiap komisi hanya dapat satu jatah namun tahun ini ada satu komisi yang dapat dua jatah. Ongkos naik haji dibebankan pada dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.
Anggota legislatif yang memenangkan undian berhaji tahun yakni legislator Partai Golkar Armin Mustamin Toputiri (komisi E), legislator PDK Andi Mustaman (Komisi E), dan legislator Golkar Andi Ina Kartika Sari (komisi A).
Selanjutnya legislator partai Demokrat Ni'matullah (komisi D), anggota fraksi Sulsel bersatu Muhtar Tayeb (Komisi B), legislator PDK Irwan Ince, dan legislator PKS Andi Akmal Pasluddin (wakil ketua).
Keberangkat tujuh anggota legislatif tersebut menuai kritikan. Pasalnya penggunaan dana APBD tersebut tidak memiliki hukum jelas. Keberangkatan legislator tersebut dituding sebagai tindakan korupsi berjamaah.
Koordinator Komisi Pemantau legislatif (Kopel) Syamsuddin Alimsyah mengatakan, pelaksanan ibadah haji dengan menggunakan dana APBD tersebut merupakan tindakan penipuan publik dan korup
"Tujuan mereka apa ke tanah suci, MUI mestinya mengeluarkan fatwa apakah itu halal atau haram. Intinya sembilan juta penduduk Sulsel yang berkontribusi untuk retribusi dan itu masuk APBD, nah apakah ke 9 juta penduduk Sulsel itu sudah mengihlaskan,"kata Syamsuddin kepada Tribun melalui telepon selulernya, Makassar, Rabu (2/11/2011)
"Inilah kesalahan mereka, mengapa pakai APBD untuk berhaji, saya sendiri sebagai penduduk Sulsel dan mengakui bahwa saya tidak ikhlas pakai uang itu. Saya tidak ikhlas karena di Sulsel ini masih banyak masalah yang harus di atasi seperti gizi buruk dan banyak lagi masalah sosial ekonomi yang belum diselesaikan pemerintah,"tegas Syamsuddin.
View the original article here
Penjahat Perang Dunia II Akhirnya Tertangkap
| Josip Boljkovac |
Penangkapan Boljkovac merupakan tindakan pertama terhadap para bekas pejabat senior rezim komunis 1945-1990 sejak Kroasia menyatakan kemerdekaan dari federasi sosialis Yugoslavia yang kini telah bubar. Juru bicara polisi Krunoslav Borovec memastikan penangkapan itu.
Partai-partai konservatif dan sayap kanan menyambut baik penangkapan Boljkovac yang dilakukan polisi khusus yang memakai "balaclavas", dan mengatakan bahwa semua kejahatan perang harus diusut. Partai-partai liberal dan sayap kiri mengesampingkan tindakan itu sebagai manuver Partai HDZ yang konservatif yang kini berkuasa yang telah dihantam skandal korupsi untuk merayu para pemilih sayap kanan agar memberikan suara mereka pada kelompok itu menjelang pemilihan umum 4 Desember.
"Ini hanya manuver untuk meningkatkan rating mereka. Pada 1990, semua anggota HDZ berdiri dan diam di depan Boljkovac tanpa satu kata pun mengenai masa lalunya," kata Damir Kajin, pemimpin sebuah partai kecil yang merupakan bagian dari koalisi kiri-tengah yang diperkirakan akan memperoleh kemenangan dalam pemilihan Desember itu.
Boljkovac yang telah membantah tuduhan itu adalah sekutu dekat presiden pertama Kroasia, Franjo Tudjman, dan menteri dalam negeri pertamanya. Pada 1945, ia memimpin cabang setempat OZNA, dinas keamanan era komunis.
Polisi mengatakan, Boljkovac pada 1945 telah memerintahkan penangkapan dan eksekusi 21 warga sipil yang diduga berkolaborasi dengan rezim Ustasha Kroasia yang pro-Nazi. Tidak seperti bekas negara komunis lainnya di Eropa Timur, Kroasia tidak pernah melancarkan penyelidikan skala besar terhadap kemungkinan pelanggaran oleh para pemimpin era komunis.
Sumber : Kompas.com
Tanggapan Jusuf Kalla Mengenai Kampanye 7 Wonders
| Jusuf Kalla |
Di era digital seperti sekarang ini, kata Jusuf Kalla (JK), sangat memungkinkan bagi semua orang mengetahui profil lembaga atau yayasan lewat internet.
"Swiss itu kan tidak seperti di kampung bahwa kalau cari alamat harus ke RT/RW. Sekarang sudah era digital. Kita cukup buka website, kan sudah jelas. Masalah kantor tidak perlu lagi dibesar-besarkan. Hanya kita di Indonesia yang masih suka sama kantor besar," ungkap JK dalam sebuah wawancara di Astra Toyota, Rabu (2/11/2011).
Ia menjelaskan, New7wonders adalah sebuah yayasan/lembaga yang mengurus masalah dunia sehingga sangat memungkinkan bagi aktivis atau pengurus yayasan tersebut akan selalu keliling dunia.
"Maka bicara soal kantor itu tidak teramat penting, dan kantor pun tak harus dilihat dari besarnya," ungkap JK.
Ketua Palang Merah Indonesia ini menyatakan, sekarang ini dunia sudah berubah, dunia sudah di era serba digital.
"Sementara itu, Pak Dubes itu mengecek kantor New7wonders seperti cari RT/RW. Dia kan tidak pernah telepon, SMS, e-mail, dan faks untuk ajak ketemu. Nah kalau itu dilakukan, pasti akan bisa, jadi bukan seperti mencari alamat di RT/RW," ungkapnya.
Saat ditanya bagaimana ia melihat keabsahan lembaga New7wonders sebagai pelaksana tujuh keajaiban dunia, JK mengungkapkan bahwa ajang tersebut sudah berlangsung untuk kali kedua. Sebelumnya diadakan juga 7 Keajaiban Dunia Baru Buatan Manusia, dan saat itu ada 100 juta orang yang terlibat.
Disampaikan, pada saat pengumuman 7 Keajaiban Dunia Baru Buatan Manusia itu, mata dunia tertuju pada gelaran itu. Jumlah wisatawan dari semua negara yang masuk 7 Keajaiban Dunia Baru Buatan Manusia meningkat 3-4 kali lipat.
Sebelum ditunjuk sebagai Duta Komodo, JK mengaku sudah mengecek keabsahan Yayasan New7wonders di internet. JK melihat beberapa berita di internet tentang bagaimana keterlibatan presiden negara yang menjadi finalis 7Wonders Nature ini mengampanyekan negaranya.
"Mulai dari Aquino, Obama, dan beberapa lagi. Hanya kita saja yang beberapa pejabatnya justru menantang itu. Sebenarnya mereka hanya enggak minat aja. Sirik aja tuh dia," katanya.
"Sekali lagi dunia ini sudah era digital, jadi jangan dubes itu bilang bahwa sudah tanya di sekitar situ (Swiss) tidak ada orang yang tahu (New7wonders) itu, itu kan gaya cari alamat di RT/RW. Buka dong website-nya," ungkap JK.
Terkait soal dukungan ke Pulau Komodo, JK mengaku bahwa jumlahnya sudah sangat banyak, sudah jutaan yang kirim SMS setiap hari.
Ketika disinggung bahwa memberi dukungan lewat SMS itu adalah sarana komersialisasi, JK pun membantah.
Ia membeberkan bahwa sebenarnya ada dua cara memberi dukungan, yakni klik lewat internet dan kirim SMS.
Namun jangan lupa, lanjut JK, bahwa sebelum dipilih lewat voting, peserta sebelumnya diseleksi dulu oleh tim ahli, mulai dari 400 peserta turun menjadi 77 peserta, kemudian turun menjadi 28 peserta, pada saat 28 peserta inilah masyarakat diminta berpartisipasi untuk memilih yang paling ajaib di antara yang terajaib.
"Yang mengetuai tim seleksi itu bekas Direktur UNESCO, Profesor Mayer. Tahun 2007 kan juga begitu sewaktu memilih 7wonder man made," pungkas JK.
Sumber : Kompas.com
Status Borobudur dan Prambanan Terancam Dicabut UNESCO
"Adanya pengunjung membuang sampah dan buang air kecil, menutup gorong-gorong yang ada situs itu, bisa menjadi alasan UNESCO mencabut candi sebagai warisan dunia," ungkap Direktur Pemasaran PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Agus H Canny kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/10/2011).
Di samping itu, perilaku pengunjung yang sering duduk di batu candi atau bersandar di batu candi, juga sangat mengancam kelestarian.
"Batu yang ada di candi berusia lebih dari 1.000 tahun dan sangat rentan rusak kalau diduduki. Jadi marilah sama-sama menjaga candi," ajaknya.
View the original article here
KPK Minta Moratorium Remisi Koruptor Ditindaklanjuti
| Komisi Pemberantasan Korupsi |
Kendati demikian kebijakan ini harus ditindaklanjuti agar bisa berlaku efektif. Sebab aturan pemberian remisi telah diatur dalam UU Pemasyarakatan. Sehingga berpotensi memicu tumpang tindih aturan.
“Moratorium itu kan sifatnya sementara. Sehingga harus dibuat lagi aturan yang baru,” ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi SP di Jakarta, Senin (31/10/2011).
Johan mengaku pihaknya telah mengutarakan permintaan ini dalam pertemuan antara pimpinan KPK dan Menkum HAM tadi siang.
Selain usulan mengenai tindak lanjut moratorium remisi kepada koruptor KPK juga meminta kepada Menkum HAM untuk segera menyikapi adanya inisiatif dari DPR untuk merevisi UU No 30/2002. “Jangan sampai revisi ini justru malah mengurangi kewenangan KPK, karena tren di dunia itu badan korupsi justru diperkuat,” tegasnya.
(ful)
View the original article here




